Kasus Penjualan Senjata Pindad ke luar negeri

Kehandalan senjata buatan Pindad ternyata juga di akui oleh Israel dengan memesan beberapa pucuk dari Pindad yang notabene Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Hal tersebut telah menjadi suatu polemik tersendiri, sedangkan wakil presiden Jusuf Kalla tidak bisa menyalahkan Pindad selaku pihak produsen karena telah menjual persenjataannya ke pihak Israel.

"Baguslah Indonesia bikin senjata yang baik. Kalau kemudian ada yang beli ya baguslah. Pindad tidak bisa disalahkan," ujar Kalla kepada pers usai acara buka puasa bersama di kediaman Ketua MPR Hidayat Nurwahid di Jakarta, Sabtu (29/8).

Jadi menurut Jusuf Kalla yang seharusnya di persalahkan adalah pihak distributor karena telah menjual senjata tersebut kepada israel yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan indonesia. Kemudian di Filipina telah terjadi kasus penyitaan pihak bea cukai terhadap senjata buatan Pindad yang berjenis SS1-V1 dan Pistol P2 Pindad dikarenakan masuknya senjata tersebut diduga ilegal.

Pindad tidak mengelak tudingan tersebut namun Pindad mengirimnya secara legal karena senjata tersebut adalah pesanan dari Persatuan Menembak Filipina dan Pemerintahan Mali. Pesanan itu dikirimkan bersama dengan 100 pucuk senapan SS1-V1 yang dipesan oleh Mali. Pesanan tersebut dimuat dalam satu kargo, terdiri atas 20 kotak yang satu di antaranya adalah pesanan untuk Filipina.

Pihak Departemen Luar Negeri saat ini tengah melakukan pengecekan, apakah PT Pindad memang mempunyai kerja sama penjualan senjata dengan Filipina.





Artikel by Arsiva
Sumber : Hankam