Senin, 08 Maret 2010

Joe Biden Bicarakan Perdamaian Israel-Palestina

WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden, bertolak ke Timur Tengah untuk berunding di Israel, wilayah Palestina dan Jordania, sementara para pejabat Palestina menyetujui perundingan perdamaian tidak langsung yang ditengahi AS.

Biden meninggalkan Washington, Minggu (7/3/2010) malam menuju Jerusalem, tempat ia akan bertemu dengan Presiden Israel Shimon Peres, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pemimpin oposisi Tzipi Livni, Selasa.

Rabu, ia akan berunding dengan Tony Blair, utusan khusus Kuartet, satu kelompok perunding, serta Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Perdana Menteri Salam Fayyad.

Biden, yang datang bersama dengan istrinya Jill, kemudian akan ke Amman, Jordania, Kamis untuk bertemu dengan Raja Jordania Abdullah.

Kunjungan ke Mesir dibatalkan karena Presiden Hosni Mubarak tidak berada di negaranya karena menjalani operasi kantong empedu.

Kunjungan itu dilakukan saat Yasser Abed Rabbo, seorang pejabat senior di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) , mengumumkan Palestina akan memulai perundingan yang ditengahi AS, kendatipun sangat meragukan kemungkinan mencapai hasil.

Perundingan antara kedua pihak terhenti lebih dari satu tahun, walaupun usaha-usaha AS untuk memulai kembali proses perdamaian itu.


Sumber : Kompas

Iran tuduh AS dan Inggris timbulkan terorisme


TEHERAN, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki pada Senin (8/3/2010) menuduh pasukan AS dan Inggris menimbulkan terorisme di wilayah itu.

Pernyataan Mottaki itu dikeluarkan saat Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengunjungi Afghanistan menjelang kunjungan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ke Kabul.

"Saya menuduh AS, Inggris dan pasukan mereka di Afghanistan dan Pakistan menimbulkan tindakan teroris di kawasan itu," kata Mottaki dalam konferensi energi regional di Teheran, Senin.

Ahmadinejad yang dijadwalkan mengunjungi tetangga timur Iran itu Senin siang membatalkan lawatannya. Ia akan mengunjungi Afghanistan, Rabu.

Menurut rencana, Ahmadinejad akan berembuk dengan sejawatnya dari Afghanistan Hamid Karzai tentang usaha menstabilkan negara yang porak poranda akibat perang itu.

Kedua pemimpin itu akan mencari solusi bagi masalah-masalah Afghanistan. "Sementara Iran berusaha meningkatkan hubungan," kata kantor berita Iran, Mehr.

Ahmadinejad dan para pejabat Iran lain berulang-ulang menyerukan penarikan pasukan pimpinan AS dari Afghanistan, dengan mengatakan kehadiran mereka menimbulkan pemberontakan kelompok Taliban.

Tetapi kendatipun persaingan mereka, baik Washington maupun Teheran merupakan musuh milisi Sunni yang pernah memerintah Kabul tahun 1996 sampai 2001 sebelum digulingkan invasi pimpinan AS akhir tahun 2001.

AS telah melakukan berbagai usaha untuk melibatkan seluruh tetangga Afghanistan termasuk Iran untuk memulihkan stabilitas di negara itu.

Tetapi mereka mengalami kesulitan akibat tidak adanya hubungan diplomatik antara Teheran dan Washington menyangkut pertikaian program nuklir Iran.

Iran, yang memiliki hubungan etnik dan agama yang dekat dengan Afghanistan, telah lama terganggu dari dampak produksi opium di tetangga timurnya itu.

Heroin yang dengan mudah diperoleh ini menyebabkan meningkatnya penggunaan narkoba di dalam negeri. Afghanistan adalah sumber 90 persen heroin dunia.


Sumber : Kompas

Sabtu, 06 Maret 2010

Selat Malaka Makin Rawan

SINGAPURA - Pengamanan di Selat Malaka perlu ditingkatkan. Pusat Gabungan Informasi Angkatan Laut (AL) Singapura merilis laporan tentang adanya ancaman pembajakan oleh teroris yang mengincar tanker minyak di selat yang berada di wilayah Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu. Tak tertutup kemungkinan kapal besar dengan muatan berharga juga jadi sasaran aksi mereka.

''(Ancaman dari) teroris itu ingin menunjukkan bahwa (mereka) ada dan layak diperhitungkan serta ingin mendapatkan publisitas secara luas,'' kata AL Singapura seperti dilansir AFP kemarin (4/3). Asosiasi Perkapalan Singapura kemudian menyebarluaskan itu sebagai peringatan dini terhadap kapal yang berlayar di Selat Malaka.

Tanpa menyebutkan nama kelompok teroris yang dimaksud, AL Singapura turut merekomendasikan agar kapal-kapal memperkuat keamanan internal.

Model operasi teroris di Selat Malaka tersebut seperti halnya lanun Somalia di Teluk Aden. Dikatakan, mereka akan menggunakan kapal kecil seperti sampan dan perahu motor cepat untuk memudahkan mendekati dan menyergap kapal yang akan dibajak.

John Harrison, ahli keamanan maritim dari S. Rajaratnam School of International Studies di Singapura, juga menyarankan semua pihak untuk memperhatikan laporan tersebut dengan serius. Menurut Harrison, ancaman itu berasal dari Jamaah Islamiyah yang berada di Asia Tenggara atau jaringan yang terhubung dengan Al Qaidah yang dipimpin Usamah bin Laden.

Terpisah, Isa Munir selaku komandan satuan kepolisian laut Malaysia melaporkan, pihaknya juga menerima informasi serupa pada Minggu (28/2). Laporan itu menyebutkan, sekelompok aktivis Islam mencoba melakukan aksi yang menimbulkan malapetaka di Selat Malaka. Meski bentuk ancaman itu belum jelas, otoritas Malaysia menanggapinya dengan serius.

Isa juga minta kepolisian laut menjamin keselamatan kapal yang berlayar di dekat perairan Malaysia.


Sumber : Jawa pos

Tim Kopassus Lobi AS Cabut Embargo

JAKARTA - Ada sinyal bahwa pemerintah AS siap membuka bantuan militer AS untuk Kopassus TNI-AD dan TNI pada umumnya. Tim khusus yang dipimpin Danjen Kopassus Mayjen Lodewijk Freidrich Paulus saat ini melakukan lobi intensif di Washington DC. Pemerintah AS mempertimbangkan untuk mencabut embargo bantuan militer dan larangan latihan bersama.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di kantornya kemarin (5/3). ''Mereka (tim khusus RI) masih berada di AS untuk memberikan penjelasan. Yang jelas, akan ada pencairan atau normalisasi,'' ujarnya.

Sjafrie yang juga personel baret merah Kopassus itu menjelaskan bahwa lobi dengan AS berjalan baik. Dia mencontohkan, saat ini Kopassus sudah melakukan perubahan sangat mendasar. ''Misalnya, orang (personel Kopassus) yang tadinya melanggar HAM telah diberi sanksi secara hukum,'' katanya.

Sjafrie secara pribadi pernah ditolak masuk AS karena diisukan tersangkut pelanggaran HAM 1998 maupun pelanggaran HAM di Timor Leste. Sejauh ini kongres memang melarang pemerintah AS memberikan bantuan kepada unit militer yang dianggap punya cacat HAM atau pernah melanggar HAM. Aturan itu disebut aturan Leahy yang disahkan pada 1997.

Sjafrie berharap normalisasi hubungan antara AS dan Kopassus bisa segera terjadi. Dengan normalisasi hubungan, diharapkan akan ada latihan bersama dan pertukaran perwira. ''Kalau bisa tahun ini, lebih baik,'' kata jenderal bintang tiga itu.

Meski hingga ini belum ada latihan bersama AS-Kopassus, Sjafrie menegaskan bahwa larangan itu tidak terlalu berpengaruh pada TNI. Menurut dia, saat ini Kopassus sudah berlatih rutin dengan berbagai negara, seperti Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan Australia.


Sumber : Jawa pos

Sel Teroris Aceh Rancang Aksi Baru

JAKARTA - Mabes Polri mencurigai kelompok orang yang berlatih di Aceh merencanakan serangan teror baru di Indonesia. Mereka menyusun rencana itu dengan teliti dan sedang dalam tahap akhir sebelum bertindak.

''Itu berdasar beberapa pengakuan anggota kelompok yang tertangkap. Aksinya di mana masih dalam penyelidikan,'' kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri kemarin.

Dalam operasi itu, korps Bhayangkara mengakui adanya korban jiwa. Karena itu, selain Detasemen Khusus 88 Mabes Polri, mabes akan mengirim tim divisi profesi pengamanan (propam) ke Serambi Makkah itu. ''Tim propam akan melakukan penyelidikan mengapa sampai tertembak. Tapi, info terakhir, dia ditembak karena akan melarikan diri dan melawan,'' kata Edward Aritonang di Mabes Polri kemarin.

Polisi sudah menangkap 14 orang yang diduga anggota kelompok teroris. ''Kami akan bawa mereka ke Jakarta untuk mempermudah penyidikan,'' kata mantan tenaga ahli Lemhanas itu.

Ke-14 tersangka yang ditangkap dalam keadaan hidup itu berinisial YZ, SAS, ZN, NR, SA, HL, HB, NK, AK, DS, AF, AN, HB, dan DS. Satu orang yang diduga teroris tewas berinisial AB. ''Dia membawa senjata api laras panjang dan peluru,'' katanya.

Kemarin sore aparat masih berada di Seulimum, Aceh Besar. Mereka menggunakan dukungan bantuan helikopter untuk mengejar beberapa anggota kelompok yang belum tertangkap. ''Operasi masih berlangsung sampai semua terungkap,'' kata Edward.

Dalam penanganan teroris yang berlangsung sejak 20 Februari lalu, polisi menyita 4 pucuk senjata api laras panjang, 24 magasin lengkap dengan peluru, granat asap, pakaian loreng, dan sejumlah dokumen.

Para tersangka tersebut akan disangka dengan Undang-Undang Teroris Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme. Menurut dia, Polri masih mengejar orang-orang yang telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). ''Identitas mereka sudah diketahui. Jumlahnya jauh lebih besar daripada yang telah ditangkap,'' katanya.

Kelompok itu, kata Edward, berlatih baris-berbaris, menembak, dan perkelahian jarak dekat. ''Selain senjata api, mereka menggunakan pisau dan pedang.''

Sementara itu, anggota Densus 88 kembali menembak mati seorang pria yang diduga sebagai anggota Jamaah Islamiyah (JI) dalam perburuan jaringan teroris di Aceh. Dia bernama Abdullah Ismail, 30, warga Lamtahot, Seuliman, Aceh Besar. Abdullah tewas setelah tertembak dalam sweeping aparat di Pante Creung, Padang Tiji, Sigli.

Aparat membawa Abdullah dari lokasi penembakan ke RS Sigli untuk keperluan otopsi. Keluarga membenarkan bahwa jenazah tersebut bernama Abdullah.


Sumber : Jawa pos

Sabtu, 10 Oktober 2009

Selat Malaka di kendalikan Asing

Batam, Kedaulatan Indonesia terhadap wilayahnya patut untuk dipertanyakan. Salah satunya adalah arus lalu lintas di selat malaka, yang secara yuridis masuk wilayah indonesia. Pengendalian lalu lintas di wilayah tersebut ternyata dikendalikan oleh negeri tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Indonesia sudah mempunyai pemandu untuk lalu lintas sendiri namun masih belum mendapatkan pengesahan dari International Maritime Organization (IMO). IMO adalah badan yang memberikan izin tentang kepanduan di laut. Menurut Direktur PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Harry Sutanto menjelaskan, jika indonesia memegang kendali atas pemanduan di selat malaka, itu jelas sangat menguntungkan sekali. "Itu wilayah kita, kalau kita memegang kendali jelas sangat menguntungkan".

Untuk mewujudkan hal tersebut kemarin (9/10) PT. Pelindo I menguji coba pemanduan beberapa kapal asing dan domestik di perairan Nongsa Batam serta membuktikan bahwa anak bangsa indonesia juga mampu. Dalam uji coba tersebut, para pemandu indonesia menemukan kesemrawutan yang dilakukan oleh pemandu-pemandu asal Malaysia. Karena itu sering terjadi kecelakaan kapal di selat malaka.

Banyak dari para pemakai jalur di selat malaka yang mengeluhkan beberapa pemandu yang di rasa kurang maksimal dalam pemanduan kapal untuk memasuki lintasan. Dan tercatat dalam seminggu, rata-rata terjadi dua kali kecelakaan dari 200 kapal yang melintas.




Artikel by Arsiva
Sumber : Jawapos

Seorang Marinir TNI AL tewas saat latihan terjun

Tangerang, seorang marinir TNI AL tewas saat latihan terjun payung di Lanud pondok cabe, pamulang tangerang selatan Banten. Marinir tersebut bernama Prada Riko, saat melakukan proses penerjunan parasut yang di kenakannya tidak dapat mengembang sehingga tubuhnya terjun bebas setinggi 6000 kaki dan menghempas tanah dalam keadaan miring ke kiri.

Menurut saksi mata, hal tersebut terjadi ketika latihan rutin di laksanakan sekitar pukul 08.00 WIB dan penerjunan dilakukan melalui helikopter. Pada ketinggian 6000 meter parasut yang di kenakan prada riko tidak berhasil mengembang. Dan dugaan sementara Prada Riko tidak melakukan penerjunan sesuai dengan prosedur.

Prada Riko seketika itu langsung di evakuasi ke RS Bhineka Bhakti Husada dalam keadaan tidak sadar dan kritis. Kondisi tubuhnya khususnya bagian kiri hancur akibat tumbukan langsung dengan tanah. Setelah satu jam Prada Riko mendapatkan perawatan intensif, kemudian di rujuk ke RS marinir di Cilandak namun sekitar pukul 11.00 WIB Prada Riko menghembuskan nafas terakhir.




Sumber : Jawa pos